Selain Kang Tedy, ada seorang OB yang juga menarik perhatian saya. Kalau Kang Tedy asli Garut maka OB yang satu ini asli Betawi, kalau di kantor sering dipanggil Bang Arpan.
Orangnya energik, taat beribadah dan selalu berpenampilan rapi. Ketika saya masuk PT BSA tahun 1999, OB yang satu ini bermaksud meneruskan kuliah bidang Manajemen Informatika. Tentu saja saya senang ada seorang OB yang memiliki motivasi dan semangat tinggi meneruskan pendidikannya ke perguruan tinggi. Kemudian Bang Arpan mendaftar ke sebuah universitas swasta di daerah Salemba, Jakarta Pusat.
Ketika kuliahnya masuk ke semester 2 (dua), saya melobi EDP Manajer agar memberi ruang dan kesempatan pada Bang Arpan untuk menjadi staf EDP. Alhamdulillah Pak Honi selaku Manajer EDP saat itu setuju, sehingga naiklah status Bang Arpan dari OB menjadi staf EDP. Karena taat Ibadah dan rajin mengikuti pengajian-pengajian rutin di kantor, maka setiap Perayaan Hari Besar Islam (PHBI) ybs saya minta aktif di kepanitiaan seperti Buka Puasa Bersama, Hari Raya Kurban (Iedul Adha), Korlap Baksos dlsb. Untuk mengembangkan kepemimpinannya ybs juga saya minta mengikuti seleksi Ketua Koperasi Karyawan, dan alhamdulliah beliau terpilih sebagai Ketua Koperasi, bahkan terpilih untuk 2x periode. Hebat. Selama kepengurusannya koperasi berkembang pesat, laporan keuangan selalu selesai tepat waktu.
Waktu tidak terasa, setelah 5 tahun kuliah sambil terus bekerja akhirnya selesailah masa kuliahnya dan sukses meraih gelar Sarjana Komputer (SKom). Tentu saja kami teman-teman dekatnya ikut larut dalam kegembiraan.
Hingga suatu waktu Bang Arpan datang ke ruangan saya untuk konseling mengenai masa depan. Dia merasa karir di bidang IT jika tetap di BSA akan sangat terbatas dan dia akan berusaha mencari pengembangan karir di luar perusahaan. Secara profesional dan teman baik tentu saja saya mendukung rencananya. Beberapa bulan kemudian Bang Arpan memberitahukan bahwa sudah berhasil mendapat tempat yang dirasakannya sesuai dengan harapannya, sehingga perpisahanpun terjadi. Kami para pengurus koperasi melepasnya dengan berat hati, namun teriring doa semoga Bang Arpan berhasil di tempat barunya. Sesuatu yang mengejutkan adalah ketika bulan lalu Bang Arpan memberikan informasi sedang sibuk mengerjakan tesis untuk menyelesaikan S2. Luar biasa.
Bang Arpan dan Kang Tedy seharusnya menjadi teladan yang baik bagi karyawan PT BSA lainnya bahwa nasib kita akan dapat berubah jika kita memiliki komitmen untuk maju dan tekun dalam menjalani kehidupan. Selamat Bang Arpan semoga gelar Magister akan cepat disandang dan impiannya akan segera terwujud. Tak lupa semoga Bang Arpan segera mendapat jodoh. Kegagalan cintanya di BSA mudah-mudahan tidak menjadikan Bang Arpan "parno" jatuh cinta lagi. Banyak wanita nan cantik dan solehah di luar PT BSA lho Bang. Bujangan bergelar master dengan karir yang mantap tentu akan banyak gadis-gadis yang mendekat.... semoga.
Tampilkan postingan dengan label PENGEMBANGAN KARIR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PENGEMBANGAN KARIR. Tampilkan semua postingan
Rabu, 31 Maret 2010
Selasa, 09 Maret 2010
BELAJAR DARI "KANG" TEDY R, OB YANG MASUK JAJARAN MANAJERIAL DAN MERAIH SARJANA EKONOMI
Santun, Ramah, Sabar dan Tekun bekerja itulah gambaran sosok Kang Tedy yang baru saja memperoleh promosi sebagai Assistant Manager Operasional (CFS). Ketika saya bergabung di PT BSA tahun 1999,sosok ini menarik perhatian saya karena kelebihan-kelebihan yang dimiliki dibandingkan orang lain. Keistimewaan lainnya adalah dalam hal spiritual, fasih membaca Alquran dengan pemahaman tafsir yang cukup baik.
Perjalanan karirnya juga menarik, bergabung ke PT BSA sebagai OB, kemudian mendapat promosi sebagai HR Clerk, kemudian dipromosikan sebagai HR Officer/Supervisor, dan awal tahun ini Direksi memberikan kepercayaan kepada ybs sebagai Asisten Manajer CFS. Satu hal yang menjadi kelebihan Kang Tedy, ketika dipromosikan dari area supporting (HR)ke area operasional seluruh Kepala Divisi mendukung, kalau dalam dunia politik ybs terpilih secara aklamasi. Dukungan penuh juga disampaikan oleh PUK SPSI PT BSA. Luar biasa.
Ketika saya mulai aktif di PT BSA, sebagai pimpinan tidak langsungnya kelebihan-kelebihan Kang Tedy terus saya kembangkan, kepemimpinan dan kemampuan ber-organisasinya terasah secara konsisten melalui dorongan untuk selalu aktif dalam seluruh kegiatan sosial perusahaan seperti menjadi pengurus Koperasi, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), Sunatan Masal, Donor Darah, Idul Adha (Korban)dan Korlap Aksi Sosial YBTCI yang membagi beras di seluruh wilayah DKI Jabotabek dan Karawang. Untuk mendukung perkembangan karir, Kang Tedy juga harus melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Sebagai langkah awal saya anjurkan Kang Tedy pinjam uang ke perusahaan untuk membayar uang kuliah dan Alhamdulillah tahun 2008 kemarin beliau berhasil meraih gelar Sarjana Ekonomi (SE).
Di lain pihak, kemampuan spiritualnya telah menjadikan Kang Tedy sebagai Imam Sholat yang baik bahkan selama 6 bulan terakhir, secara rutin (setiap hari Senin setelah sholat Dzuhur) memberikan tausyiah di Masjid Nurul Iman PT BSA. Dalam melakukan dakwah tidak terbatas hanya di lingkungan perusahaan, tetapi juga dilakukan di luar perusahaan, bahkan beberapa jamaah masjid telah meminta Kang Tedy memberikan tausyiah di lingkungan tempat tinggalnya. Hebatnya jamaah yang menghadiri pengajian yang dipimpinnya jauh lebih banyak dibanding ketika DKM PT BSA mendatangkan ustadz dari luar perusahaan. Mimpi saya untuk melahirkan ustadz dari karyawan sendiri terkabul. Allahu Akbar. Padahal beberapa tahun lalu saya sempat menawarkan biaya pada beberapa karyawan untuk mengikuti pendidikan dakwah, namun dengan berbagai alasan tawaran saya belum ada hasilnya. Meskipun hari-harinya dipenuhi dengan berbagai kesibukan Kang Tedy tetap bekerja dengan disiplin, datang sebelum jam kerja dimulai dan pulang setelah sholat Isya berjamaah di Masjid kantor.
ASAL MUASAL SEBUTAN "AKANG"
Selama ini jika beliau memperkenalkan atau diperkenalkan oleh MC sebelum mulai memberikan tausyiah di berbagai tempat adalah Ustadz "AA Tedy". Kemudian kami seluruh anggota DKM dalam suatu diskusi di "emperan" masjid teringat akan nasib seorang ustadz ternama yang mempergunakan sebuat "AA" kemudian sekarang tenggelam karena kawin lagi. Belajar dari "ilmu manajemen" kami menyarankan agar sebutan "AA" diganti dengan sebutan "Akang" dengan pertimbangan bahwa follower tidak akan pernah mampu melampaui "market leader". Sebutan Akang lebih unik dan tidak terkesan mendompleng popularitas AA...... yang sekarang sudah tenggelam.
Itulah Kang Tedy, ... OB yang akhirnya masuk ke jajaran manajerial dan meraih gelar Sarjana bidang Ekonomi Manajemen. Meskipun sudah berhasil meraih beberapa kali promosi tetapi Kang Tedy tetap manusia yang rendah hati, ramah dan murah senyum.
Mudah-mudahan di PT BSA muncul Kang Tedy-Kang Tedy yang lain. Selamat Kang Tedy atas promosinya mudah-mudahan prinsip hidup kita " Lebih Baik Menjadi Ahli Manfaat, Daripada Sekedar Ahli Ibadah" mendapat Ridho Allah SWT. Amin
Perjalanan karirnya juga menarik, bergabung ke PT BSA sebagai OB, kemudian mendapat promosi sebagai HR Clerk, kemudian dipromosikan sebagai HR Officer/Supervisor, dan awal tahun ini Direksi memberikan kepercayaan kepada ybs sebagai Asisten Manajer CFS. Satu hal yang menjadi kelebihan Kang Tedy, ketika dipromosikan dari area supporting (HR)ke area operasional seluruh Kepala Divisi mendukung, kalau dalam dunia politik ybs terpilih secara aklamasi. Dukungan penuh juga disampaikan oleh PUK SPSI PT BSA. Luar biasa.
Ketika saya mulai aktif di PT BSA, sebagai pimpinan tidak langsungnya kelebihan-kelebihan Kang Tedy terus saya kembangkan, kepemimpinan dan kemampuan ber-organisasinya terasah secara konsisten melalui dorongan untuk selalu aktif dalam seluruh kegiatan sosial perusahaan seperti menjadi pengurus Koperasi, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), Sunatan Masal, Donor Darah, Idul Adha (Korban)dan Korlap Aksi Sosial YBTCI yang membagi beras di seluruh wilayah DKI Jabotabek dan Karawang. Untuk mendukung perkembangan karir, Kang Tedy juga harus melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Sebagai langkah awal saya anjurkan Kang Tedy pinjam uang ke perusahaan untuk membayar uang kuliah dan Alhamdulillah tahun 2008 kemarin beliau berhasil meraih gelar Sarjana Ekonomi (SE).
Di lain pihak, kemampuan spiritualnya telah menjadikan Kang Tedy sebagai Imam Sholat yang baik bahkan selama 6 bulan terakhir, secara rutin (setiap hari Senin setelah sholat Dzuhur) memberikan tausyiah di Masjid Nurul Iman PT BSA. Dalam melakukan dakwah tidak terbatas hanya di lingkungan perusahaan, tetapi juga dilakukan di luar perusahaan, bahkan beberapa jamaah masjid telah meminta Kang Tedy memberikan tausyiah di lingkungan tempat tinggalnya. Hebatnya jamaah yang menghadiri pengajian yang dipimpinnya jauh lebih banyak dibanding ketika DKM PT BSA mendatangkan ustadz dari luar perusahaan. Mimpi saya untuk melahirkan ustadz dari karyawan sendiri terkabul. Allahu Akbar. Padahal beberapa tahun lalu saya sempat menawarkan biaya pada beberapa karyawan untuk mengikuti pendidikan dakwah, namun dengan berbagai alasan tawaran saya belum ada hasilnya. Meskipun hari-harinya dipenuhi dengan berbagai kesibukan Kang Tedy tetap bekerja dengan disiplin, datang sebelum jam kerja dimulai dan pulang setelah sholat Isya berjamaah di Masjid kantor.
ASAL MUASAL SEBUTAN "AKANG"
Selama ini jika beliau memperkenalkan atau diperkenalkan oleh MC sebelum mulai memberikan tausyiah di berbagai tempat adalah Ustadz "AA Tedy". Kemudian kami seluruh anggota DKM dalam suatu diskusi di "emperan" masjid teringat akan nasib seorang ustadz ternama yang mempergunakan sebuat "AA" kemudian sekarang tenggelam karena kawin lagi. Belajar dari "ilmu manajemen" kami menyarankan agar sebutan "AA" diganti dengan sebutan "Akang" dengan pertimbangan bahwa follower tidak akan pernah mampu melampaui "market leader". Sebutan Akang lebih unik dan tidak terkesan mendompleng popularitas AA...... yang sekarang sudah tenggelam.
Itulah Kang Tedy, ... OB yang akhirnya masuk ke jajaran manajerial dan meraih gelar Sarjana bidang Ekonomi Manajemen. Meskipun sudah berhasil meraih beberapa kali promosi tetapi Kang Tedy tetap manusia yang rendah hati, ramah dan murah senyum.
Mudah-mudahan di PT BSA muncul Kang Tedy-Kang Tedy yang lain. Selamat Kang Tedy atas promosinya mudah-mudahan prinsip hidup kita " Lebih Baik Menjadi Ahli Manfaat, Daripada Sekedar Ahli Ibadah" mendapat Ridho Allah SWT. Amin
Selasa, 26 Januari 2010
MERAIH IMPIAN MENJADI PIMPINAN PERUSAHAAN (1)
Hampir semua pekerja memimpikan dapat memperoleh jabatan tinggi di organisasinya, apakah sebagai CEO, Direktur, General Manager atau minimum manajer. Apalagi bagi pekerja yang memiliki latar belakang pendidikan memadai misalnya S1 atau S2. Namun hanya sedikit yang mampu meraihnya, kenapa?
Alasan utamanya adalah:
Pertama,Tidak yakin bahwa rejeki itu Allah swt yang memberi.
Kedua,kurang ikhlas, sikap dan paradigma kerja yang salah.
Ketiga, upaya tidak maksimal. Malas dan orientasi pada uang.
Keempat, semakin tinggi jabatan yang diimpikan maka jumlah posisi yang ada juga semakin sedikit, sehingga memerlukan prestasi kerja yang hebat untuk meraih impian tersebut.
Masih banyak alasan lain, namun keempat alasan tersebut di atas merupakan faktor utama kenapa seorang pekerja karirnya tidak berkembang.
Hampir sebagian besar manusia mengakui bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad itu adalah utusanNya. Namun hanya sedikit yang meyakini bahwa Tuhanlah Yang Maha Besar, Maha Kuasa, Maha Kaya, Maha Pemberi dan seluruh Maha-Maha lainnya. Karena ketidak-yakinan inilah yang akhirnya membuat sebagian pekerja merasa bahwa gaji, bonus dan lainnya yang diterima selama ini adalah hasil kerja sendiri, hasil kecerdasan otaknya dan hasil kemurahan bos-bos mereka di tempat kerja masing-masing.Pemikiran semacam itu menjadikan mereka menjadi pekerja-pekerja yang memiliki karakter hina, seperti menjilat dan asal bos senang.Tidak jarang pekerja semacam ini pada suatu waktu akan mencari dukun untuk membantu meraih impian menjadi pimpinan organisasi termasuk organisasi perusahaan. Menjilat, ABS dan mendatangi dukun adalah perbuataan yang sangat dimurkai oleh Allah swt.Kurangnya keyakinan terhadap Allah swt juga mendorong pekerja hanya mau bekerja dengan baik jika ada bosnya, dan ketika bos tidak ada, maka mereka bersantai-santai. Saya memiliki teman-teman yang kantornya di pusat perbelanjaan dan yang dekat dengan pusat perbelanjaan. Sehari-hari mereka terlihat hebat dari pakaian yang dikenakan, naik turun mobil, selalu bertelepon ketika berjalan kaki, terlihat sibuk, terkesan bekerja serius setiap hari. Namun jika bosnya sedang ke luar negeri atau keluar kota atau rapat di luar kantor, maka banyak di antara mereka berseliweran di toko-toko yang ada dipusat perbelanjaan tersebut. Saya membatasi ruang lingkup penulisan dengan sasaran pekerja yang memang memiliki jabatan karena prestasi kerja. Kalau contoh yang saya sampaikan tersebut meskipun banyak di antara mereka memiliki jabatan penting di organisasi perusahaan maka biasanya jabatan-jabatan tersebut diraih karena adanya unsur nepotisme seperti karena persaudaraan, almamater dan yang paling menonjol adalah nepotisme kesukuan atau karena kesamaan etnis tertentu.Hampir di semua organisasi di negeri ini dipenuhi nepotisme.
Ikhlas dalam bekerja akan menjadikan hari-hari penuh semangat, tekanan pekerjaan akan dihadapi dengan dada yang lapang, seluruh hambatan akan dihadapi dengan penuh percaya diri karena yakin bahwa Tuhan akan menolong dan melindungi. Kemacetan jalan, cuaca panas maupun hujan,lingkungan yang kurang bersahabat akan dihadapi dengan penuh kesabaran. Kekhlasan akan membuat seorang pekerja ringan tangan dalam membantu rekan kerja, perintah-perintah atasan akan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya tanpa mempertimbangkan apakah nanti akan mendapat upah lembur atau bonus di akhir tahun. Uang memang penting namun ridho Allah jauh lebih penting. Umat yang baik dan sudah berusaha keras dapat dipastikan akan mendapat balasan yang jauh lebih besar dari Allah swt. Biarkan Allah swt yang memberi. Senang membantu teman dalam bekerja, akan membuat kita disenangi teman, menyelesaikan pekerjaan dengan cepat dan tepat dapat dipastikan kita akan memperoleh penilaian positif dari pimpinan kita. Pekerja yang hanya bekerja sesuai standar, misalnya 7/8 jam sehari, dipastikan sulit untuk berkembang. Banyak di antara mereka yang mempergunakan waktu luang hanya untuk kegiatan-kegiatan kontra produktif seperti FB, Twitter, Email, Game, telepon pribadi dlsb. Seharusnya waktu luang yang ada dipergunakan untuk kegiatan yang produktif seperti membantu teman yang sibuk, datang ke atasan menawarkan bantuan atau dipergunakan untuk belajar apa saja, sehingga kompetensi selalu meningkat.
(bersambung ke tulisan berikutnya....)
Alasan utamanya adalah:
Pertama,Tidak yakin bahwa rejeki itu Allah swt yang memberi.
Kedua,kurang ikhlas, sikap dan paradigma kerja yang salah.
Ketiga, upaya tidak maksimal. Malas dan orientasi pada uang.
Keempat, semakin tinggi jabatan yang diimpikan maka jumlah posisi yang ada juga semakin sedikit, sehingga memerlukan prestasi kerja yang hebat untuk meraih impian tersebut.
Masih banyak alasan lain, namun keempat alasan tersebut di atas merupakan faktor utama kenapa seorang pekerja karirnya tidak berkembang.
Hampir sebagian besar manusia mengakui bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad itu adalah utusanNya. Namun hanya sedikit yang meyakini bahwa Tuhanlah Yang Maha Besar, Maha Kuasa, Maha Kaya, Maha Pemberi dan seluruh Maha-Maha lainnya. Karena ketidak-yakinan inilah yang akhirnya membuat sebagian pekerja merasa bahwa gaji, bonus dan lainnya yang diterima selama ini adalah hasil kerja sendiri, hasil kecerdasan otaknya dan hasil kemurahan bos-bos mereka di tempat kerja masing-masing.Pemikiran semacam itu menjadikan mereka menjadi pekerja-pekerja yang memiliki karakter hina, seperti menjilat dan asal bos senang.Tidak jarang pekerja semacam ini pada suatu waktu akan mencari dukun untuk membantu meraih impian menjadi pimpinan organisasi termasuk organisasi perusahaan. Menjilat, ABS dan mendatangi dukun adalah perbuataan yang sangat dimurkai oleh Allah swt.Kurangnya keyakinan terhadap Allah swt juga mendorong pekerja hanya mau bekerja dengan baik jika ada bosnya, dan ketika bos tidak ada, maka mereka bersantai-santai. Saya memiliki teman-teman yang kantornya di pusat perbelanjaan dan yang dekat dengan pusat perbelanjaan. Sehari-hari mereka terlihat hebat dari pakaian yang dikenakan, naik turun mobil, selalu bertelepon ketika berjalan kaki, terlihat sibuk, terkesan bekerja serius setiap hari. Namun jika bosnya sedang ke luar negeri atau keluar kota atau rapat di luar kantor, maka banyak di antara mereka berseliweran di toko-toko yang ada dipusat perbelanjaan tersebut. Saya membatasi ruang lingkup penulisan dengan sasaran pekerja yang memang memiliki jabatan karena prestasi kerja. Kalau contoh yang saya sampaikan tersebut meskipun banyak di antara mereka memiliki jabatan penting di organisasi perusahaan maka biasanya jabatan-jabatan tersebut diraih karena adanya unsur nepotisme seperti karena persaudaraan, almamater dan yang paling menonjol adalah nepotisme kesukuan atau karena kesamaan etnis tertentu.Hampir di semua organisasi di negeri ini dipenuhi nepotisme.
Ikhlas dalam bekerja akan menjadikan hari-hari penuh semangat, tekanan pekerjaan akan dihadapi dengan dada yang lapang, seluruh hambatan akan dihadapi dengan penuh percaya diri karena yakin bahwa Tuhan akan menolong dan melindungi. Kemacetan jalan, cuaca panas maupun hujan,lingkungan yang kurang bersahabat akan dihadapi dengan penuh kesabaran. Kekhlasan akan membuat seorang pekerja ringan tangan dalam membantu rekan kerja, perintah-perintah atasan akan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya tanpa mempertimbangkan apakah nanti akan mendapat upah lembur atau bonus di akhir tahun. Uang memang penting namun ridho Allah jauh lebih penting. Umat yang baik dan sudah berusaha keras dapat dipastikan akan mendapat balasan yang jauh lebih besar dari Allah swt. Biarkan Allah swt yang memberi. Senang membantu teman dalam bekerja, akan membuat kita disenangi teman, menyelesaikan pekerjaan dengan cepat dan tepat dapat dipastikan kita akan memperoleh penilaian positif dari pimpinan kita. Pekerja yang hanya bekerja sesuai standar, misalnya 7/8 jam sehari, dipastikan sulit untuk berkembang. Banyak di antara mereka yang mempergunakan waktu luang hanya untuk kegiatan-kegiatan kontra produktif seperti FB, Twitter, Email, Game, telepon pribadi dlsb. Seharusnya waktu luang yang ada dipergunakan untuk kegiatan yang produktif seperti membantu teman yang sibuk, datang ke atasan menawarkan bantuan atau dipergunakan untuk belajar apa saja, sehingga kompetensi selalu meningkat.
(bersambung ke tulisan berikutnya....)
Langganan:
Postingan (Atom)