
Demonstrasi Mahasiswa Masih
Diperlukan
Jum'at, 30 Maret 2012 17:28 wib
0 62Email0

Aksi demo tolak kenaikan harga BBM (foto: Dede
Kurniawan/okezone)
DALAM kondisi pemerintahan yang sangat
korup seperti saat ini, semua institusi penegak hukum tidak ada yang bersih dari
korupsi. Bahkan lembaga negara dan kementerian yang seharusnya bebas dari
korupsi seperti Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
(Kemendikbud), DPR, dan MA justru menjadi tempat yang aman bagi para penjarah
kekayaan negara.
Partai politik
yang seharusnya menjadi tempat pencetak generasi pemimpin bangsa justru menjadi
tempat pendidikan bagi calon-calon koruptor. Anak-anak muda yang sangat
potensial menjadi pemimpin bangsa begitu masuk partai politik, tidak memerlukan
waktu lama sudah menjadi koruptor yang hebat.
Masyarakat
muak dengan situasi seperti ini, kalangan terdidik sudah mengkritik melalui
semua saluran yang ada, bahkan tokoh-tokoh agama di negeri sudah bersuara keras
dengan melempar pernyataan seperti "Ini negara garong", dan
sebagainya. Namun pemerintah menutup telinga rapat-rapat, istana dipenuhi para
pejabat “penjilat”, sehingga masyarakat membuat lelucon: "Kalau
mau lihat lantai paling mengkilap di seluruh Indonesia, pergilah ke Istana
Negara, karena lantainya setiap menit dijilati para petinggi negeri ini."
Kritik dan saran dari para cerdik pandai diabaikan, pemimpin negeri
ini menikmati sikap ABS para pembantunya, sehingga sudah tidak memiliki kepekaan
terhadap kondisi rakyatnya.
Hutan habis
ditebangi, kekayaan tambang dibongkar habis. Harta yang tak terkira banyaknya
yang diberikan oleh Allah swt, sejatinya untuk kesejahteraan rakyat Indonesia,
namun hanya dinikmati oleh segelintir pengusaha hitam, pejabat dan keluarganya
saja, sementara rakyat banyak yang hidup dalam kemiskinan dan kebodohan.
Untuk itulah
rakyat memerlukan mahasiswa, sebagai intelektual muda, mahasiswa memiliki
pengetahuan yang jauh lebih baik dari sebagian besar rakyat Indonesia. Sebagai
kaum muda mereka memiliki nurani yang jauh lebih bersih dari para pejabat dan
sebagai kaum muda mereka memiliki semangat dan keberanian yang luar biasa untuk
mendobrak status quo yang menyengsarakan rakyat.
Kalau semua
masukan dari cerdik pandai diabaikan oleh pemimpin negeri ini, maka saat ini
presiden tidak lagi bisa mengabaikan aspirasi rakyat yang diwakili dan
disuarakan para mahasiswa melalui demo besar-besaran. Gelombang demo yang
dimotori mahasiswa berhasil menarik berbagai elemen masyarakat seperti kaum
buruh dan tani yang hidupnya jauh dari sejahtera untuk ikut turun ke jalan.
Untuk itulah
demo mahasiswa masih sangat diperlukan, dan sejarah di Indonesia telah mencatat
bahwa demo mahasiswa selalu berhasil mendobrak status quo, bahkan menggulingkan
para diktator. Semoga demo saat ini tidak membawa korban jiwa para mahasiswa,
polisi bisa menjalankan tugasnya dengan baik, jangan perlakukan mahasiswa
sebagai musuh karena merekalah calon-calon pemimpin bangsa. Semoga di antara
mereka nanti akan lahir pemimpin yang memiliki hati nurani dan peka terhadap
kondisi rakyatnya. Saya juga berdoa semoga SBY tidak meniru Asad dari Suriah
yang tega membantai rakyatnya sendiri demi melanggengkan kekuasaannya.
Bravo
mahasiswa, selamat berjuang semoga Allah swt selalu melindungi dan meridhoi
kalian.
Salam dari Kampus Kwik Kian Gie
Salam dari Kampus Kwik Kian Gie
DR. H Robert
Sudaryono
Staf
Pengajar (//rfa)
