Pasca strooke saya disarankan dokter untuk melatih jari dan motorik halus lainnya. Cara paling mudah untuk melatihnya adalah dengan menulis/mengetik. Sebagai orang yang senang menuntut ilmu dan berprofesi sebagai guru, saya sangat senang membaca. Belakangan saya senang mengkoleksi buku-buku agama. Ada pernyataan teman-teman saudara sesama muslim yang menyatakan bahwa "sunah itu kalau dilaksanakan dapat pahala dan kalau tidak dilakukan tidak apa-apa." Dalam tafsir Ibnu Katsir dituliskan bahwa sunah adalah wahyu dan merupakan penjelasan amalan dari Alquran. Oleh sebab itu menurut saya tidak mungkin mengamalkan Alquran tanpa mengamalkan sunah. Rasulullah juga bersabda:"Barangsiapa yang tidak cinta pada sunnahku bukan bagian dari umatku." Ustad Yazid bin Abdul Qadir Jawas dalam bukunya Menuntut Ilmu Jalan Menuju Surga menulis " Seorang Muslim tidak akan bisa melaksanakan agamanya dengan benar, kecuali dengan belajar Islam yang benar berdasarkan Alquran dan As-Sunnah menurut pemahaman Salafush Shalih. Imam Syafei juga menyatakan bahwa: " Sunnah haruslah dilaksanakan dan jika ada perkataanku yang mengingkari sunnah maka tinggalkanlah dan kepke sunah". Dengan dasar-dasar tersebut salahkah jika saya menarik hipotesa bahwa muslim yang mendifinisikan sunnah sebagai amalan yang jika dilakukan mendapat pahala dan jika tidak dilaksanakan tidak berdosa, maka orang tersebut kurang mencintai Rasulullah saw. Marilah kita berusaha mencintai rasulullah secara total. Dan hal tersebut tidaklah mudah, akan banyak rintangan yang dihadapi dan rintangan itu tidak datang bukan dari orang-orang kafir tetap justru akan datang dari kaum muslim sendiri.Rasulullah bersabda; "Genggamlah sunnahku dengan gigi gerahammu".
Contoh sederhana sunnah Nabi yang ditinggalkan adalah memberkan salam. Orang-orang muslim lebih senang mengucapkan selamat pagi, selamat siang dan seterusnya, dan mereka meninggalkan ucapan slam yang diajarkan oleh Rasulullah salallahu alahi wa salam yang telah mengajarkan untuk mengucapkan salam: "Assalamualaikum warrahmatullahi wabarrakatuh" Penulis menyampaikan pengalaman ketika bekerja di perusahaan Group Besar (milik keluarga Tionghoa) mempelopori ucapan salam dengan Assalamualaikum warrahmutullahi wabarrkatuh kepada karyawan muslim, ternyata setelah 1 tahunan salam tersebut membudaya. Bahkan pimpinan dan staf HO yang datang ke unit saya mengucapkan salam yang sama jika ketemu saya. Alhamdulillah Ya Rabbal Alamin
Tulisan ini tidak bertujuan untuk mrnggurui namun sekedar menuliskan buah pikiran saja. Mohon maaf jika tulisan ini banyak kesalahan karena kesalahan datangnya dari saya pribadi dan kebenaran itu miliknya Allah Subhana Wa Ta'ala.***
Contoh sederhana sunnah Nabi yang ditinggalkan adalah memberkan salam. Orang-orang muslim lebih senang mengucapkan selamat pagi, selamat siang dan seterusnya, dan mereka meninggalkan ucapan slam yang diajarkan oleh Rasulullah salallahu alahi wa salam yang telah mengajarkan untuk mengucapkan salam: "Assalamualaikum warrahmatullahi wabarrakatuh" Penulis menyampaikan pengalaman ketika bekerja di perusahaan Group Besar (milik keluarga Tionghoa) mempelopori ucapan salam dengan Assalamualaikum warrahmutullahi wabarrkatuh kepada karyawan muslim, ternyata setelah 1 tahunan salam tersebut membudaya. Bahkan pimpinan dan staf HO yang datang ke unit saya mengucapkan salam yang sama jika ketemu saya. Alhamdulillah Ya Rabbal Alamin
Tulisan ini tidak bertujuan untuk mrnggurui namun sekedar menuliskan buah pikiran saja. Mohon maaf jika tulisan ini banyak kesalahan karena kesalahan datangnya dari saya pribadi dan kebenaran itu miliknya Allah Subhana Wa Ta'ala.***