Jumat, 08 Januari 2010

KUALITAS PEMIMPIN YANG DIBESARKAN DENGAN UANG HALAL

UMAR BIN ABDUL AZIS
Ketika menjadi Khalifah tidak ada rakyatnya yang miskin

Amirul Mukminin Umar bin Khathab RA adalah pemimpin yang menjauhkan diri dari sikap kemewahan, selalu menjalankan hidup dengan sangat sederhana meskipun beliau mampu hidup bermewah-mewah dan selalu memberikan suri teladan pada seluruh rakyatnya. Itulah sebabnya beliau sangat dihormati, disegani dan dicintai oleh rakyatnya.
Suatu ketika sebagai pemimpin yang sangat dekat dengan kehidupan rakyatnya, beliau keliling desa untuk melihat kehidupan rakyatnya secara langsung. Kemudian beliau berhenti sejenak di sebuah rumah sederhana di mana beliau mendengar perdebatan kecil antara seorang ibu dengan putrinya.
Terdengar di telinga beliau, ibu tersebut berkata pada anaknya: “Anakku, tambahkanlah air pada susu yang akan kita jual ini”
Putrinya menjawab: “ Wahai Ibu, saya tidak mungkin melakukannya, karena hal ini dilarang oleh Khalifah Umar.”
Ibunya kembali berkata: “ Anakku, Khalifah Umar tidak melihat apa yang kita lakukan”
Putrinya kembali menjawab: “ Ibunda tersayang, meskipun Khalifah Umar tidak melihat, namun Tuhannya Umar (Allah) sedang melihat kita.”
Sang ibu tertegun mendengar jawaban anaknya, akhirnya perbuatan buruk tersebut tidak jadi dilakukan.
Khalifah Umar yang ikut mendengarkan tidak kalah tertegunnya, beliau merasa kagum dengan kepribadian dan akhlak mulia dari gadis tersebut. Kemudian ketika beliau pulang dan sampai di rumah diceritakannya kejadian tersebut pada istri dan anak-anaknya. Kemudian beliau menawarkan gadis tersebut pada salah satu putranya untuk dinikahi. Hasil dari pernikahan tersebut adalah lahirnya seorang anak dengan tingkat kecerdasan luar biasa, lagi sholeh, kemudian menjadi pemimpin umat dan pembaharu yang tiada tandingnya yaitu Umar bin Abdul Azis Rahimahullah.
Orang lain mungkin tidak melihat keburukan yang kita lakukan, tetapi Allah penguasan langit dan bumi pasti melihatnya. Allah telah menyimpan tulisan naskah kehidupan kita yang kelak akan diperlihatkan kepada kita di yaumil akhir, tanpa sensor sedikitpun. Tidakkah kita malu ketika segala keburukan-keburukan yang kita lakukan semasa hidup mulai dari yang paling kecil sampai yang paling besar di dunia kepada seluruh makhluk-Nya?
Ternyata orang yang selama ini dikenal baik telah melakukan perbuatan buruk dan tercela seperti korupsi (mencuri), menipu, perdukunan (musyrik), perselingkuhan/zina, perjudian (togel) dan perbuatan-perbuatan kafir lainnya. Dengan sengaja mereka menyembunyikannya, padahal tidak ada sesuatupun yang luput dari Allah atas apa yang mereka kerjakan.

Allah SWT berfirman: ” Mereka bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak bersembunyi dari Allah. Padahal, Allah beserta mereka, ketika suatu malam mereka menetapkan keputusan rahasia yang Allah tidak ridhai. Adalah Allah Maha Meliputi (ilmu-NYA) terhadap apa yang mereka kerjakan.” (QS 4:108)

Dalam ayat yang lain Allah SWT berfirman: “ Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari Alquran dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya. Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah di bumi maupun di langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar dari itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (QS 10: 61)

Karena itu, berhati-hatilah dalam meniti kehidupan ini. Setiap kali kita bertutur kata, berusahalah untuk jujur. Setiap kali kita berjalan, berusahalah untuk selalu melangkah dalam kebaikan. Setiap kali tangan kita digerakkan, berusahalah agar tangan ini kelak tidak menjadi saksi atas keburukan yang pernah kita lakukan. (HRS)