Dari Rasulullah saw, “Hendaklah kalian bersikap jujur, karena kejujuran adalah salah satu pintu surga” .
Dari Imam Ali AS., “Orang yang jujur adalah orang yang mulia dan terhormat. Seorang pembohong adalah orang yang lemah dan hina” .
Dari Rasullah saw, “Kebohongan adalah salah satu pintu kemunafikan” .Ketika Nabi ditanya, apa sajakah perbuatan orang ahli surga itu? Nabi Menjawab: “Kejujuran. Bila hamba jujur berarti ia akan melakukan kebaikan. Bila ia melakukan kebaikan maka ia akan beriman. Dan bila ia beriman niscaya ia akan masuk surga ".
Kemudian beliau ditanya kembali, ‘Wahai Rasulullah lalu apa sajakah perbuatan ahli neraka itu? Nabi menjawab: “Kebohongan. Bila seorang hamba melakukan kebohongan maka ia termasuk orang yang FASIK. Dan bila kefasikannya dilanjutkan ia akan menjadi orang KAFIR. Dan bila ia kafir niscaya masuk NERAKA” .
Salah satu perilaku Nabi yang dijaga dengan ketat oleh beliau hingga akhir hayatnya adalah kejujuran. Sebelum menjadi Nabi oleh kaum musyrikin Mekah beliau disebut sebagai Al-AMIN. Orang yang tepercaya. Tidak ada satu pun dari orang Mekah yang mengingkari akan kejujuran Nabi. Ketika berdagang pun orang selain Mekah mengenal kejujurannya. Bahkan musuh-musuhnyapun kerap kali menitipkan barang berharga dan dagangannya pada beliau.
Kejujuran yang dimiliki oleh beliau tidak diperoleh begitu saja. Sama dengan keutamaan lainnya diperoleh dengan berlatih secara intensif. Pada awalnya beliau melatih dirinya untuk jujur terhadap dirinya sendiri. Ia selalu berlaku jujur baik dengan keluarga, tetangga dan masyarakat sekitarnya. Menurut beliau, bangunan keagamaan harus berdiri di atas kejujuran
Dalam kehidupan sehari-hari, di keluarga, di tempat kerja, di masyarakat, seringkali kita bersikap tidak jujur dan senang berbohong. Bahkan kita bangga menjadi pembohong hanya karena bualan kita membuat orang lain tertawa dan kagum. Kita juga bangga ketika mengenakan baju bagus, makan enak, naik kendaraan, padahal semua dihasilkan dari hasil ketidak jujuran seperti hasil korupsi, kolusi, nepotisme (KKN), memfitnah orang lain, menipu, mencuri dsb.
Sebagai pengikut Nabi Muhammad SAW, sudah selayaknya jika kita berusaha meneladani kejujuran beliau. Melatih diri setiap hari dengan mengurangi kebohongan-kebohongan yang sering kita lakukan baik ketika bercanda, atau sekedar ngobrol dengan keluarga, teman kerja maupun tetangga.
Dengan bersikap jujur dan tidak pernah berbohong merupakan salah satu cara kita menyembah Allah SWT, memuliakan Nabi besar Muhamad SAW dan mensyiarkan Islam. Islam akan tetap besar, memasuki era Keemasan dan tetap harum jika penganutnya jujur dan dapat dipercaya. Sebaliknya Islam akan menjadi busuk ketika penganutnya kehilangan kejujuran dan senang berbohong.
Dengan demikian ada 2 pilihan dalam hidup kita: Apakah kita akan menjadi bagian dari orang-orang kafir dan musyrik yang selalu berusaha membusukkan Islam atau sebaliknya membangun peradaban Islam memasuki masa kejayaan dan keemasan kembali. Pilihannya sederhana menjadi orang JUJUR (Islam) atau PEMBOHONG (Kafir). Semoga kita tidak salah memilih. (HRS)