Senin, 11 Januari 2010

PEJABAT NEGERI INI: "Aku bangga jadi Munafik"

Bangga Jadi Orang Munafik.
Nifaq merupakan salah satu sifat tercela dalam Islam. Orang yang melakukan nifaq disebut munafik. Ciri-ciri orang munafik bisa kita ketahui dari hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah dari Nabi Muhammad SAW, ''Jika berbicara selalu berdusta, jika berjanji selalu ingkar, dan jika dipercaya selalu berkhianat.'' (HR Bukhori).

Dalam hadis lain Abdullah bin Umar Ra berkata bahwa Nabi SAW bersabda, ''Ada empat dosa sifat yang jika seseorang memperlihatkan semua cirinya, dia sepenuhnya orang munafik. Jika dia punya salah satu ciri, dia dianggap memiliki unsur-unsur seorang munafik. Ciri-ciri itu adalah berkhianat, berdusta, ingkar janji, dan memaki lawan jika ada perbedaan pendapat.'' (HR Bukhori).
Sebagai Muslim yang dijadikan pegangan hidup adalah Alquran dan Hadist. Belum lama negeri ini semarak dengan pemilihan anggota DPR/DPRD, dan baru saja selesai pemilihan presiden. Seluruh pemilihan dilakukan secara langsung.
Sebelum pemilihan dilakukan rakyat, maka para calon anggota dewan dan presiden melakukan kampanye. Bergetar negeri ini mendengar janji-janji mereka, janji-janji bahwa mereka akan memprioritaskan kepentingan rakyat, menciptakan pemerintah yang bersih dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN), melakukan pemerataan ekonomi sehingga rakyat dapat hidup di negeri yang adil dan makmur.
Belum hilang ingatan ini, dan belum kering telinga mendengar janji-janji yang diucapkan para elit negeri yang akhirnya terpilih jadi anggota dewan, jadi presiden, jadi menteri dan penyelenggara negara lainnya.
Belum genap 100 hari mereka menjabat, isu-isu negatif yang diyakini kebenarannya oleh masyarakat merebak, mulai dari kriminalisasi KPK, pemberian "duren" (diduga "PSK") dari bandar narkoba kepada pejabat tinggi hukum, 10 M dari nasabah Century ke petinggi "buaya" sampai pada penyediaan mobil Rp.1,3 Milyar untuk para menteri dan lain sebagainya. Isu rakyat kecil yang menderita oleh kebiadaban orang kaya yang melakukan persekongkolan hukum dengan penegak hukum seperti kasus nenek Minah pencuri 2 bh kakao, pencuri 2 bh semangka, pencuri buah randu dan klimaknya adalah kasus Prita Mulyasari.
Dari beberapa kasus tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa janji-janji masa kampanye tidak ditepati, omongan mereka ketika menangkal isu dapat dipastikan penuh kebohongan dan kepercayaan rakyat yang diberikan tidak dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.
Akhirnya terpenuhilah ketiga indikator Munafik bagi para elit negeri ini yakni jika berkata bohong, kalau janji tidak ditepati dan kalau diberikan kepercayaan tidak dilaksanakan dengan baik.
Namun jika diperhatikan dengan baik perilaku dan perkataan mereka ketika di depan publik atau di layar kaca mereka justru bangga menyandang gelar munafik tersebut. Mereka dengan bangganya memamerkan mobil mewahnya di hadapan rakyat yang kelaparan.
Bandingkan dengan sahabat Rasulullah ini, Ibnu Abi Mulaikah (wafat 117 H) berkata, ''Aku bertemu dan berteman dengan 30 sahabat besar Nabi SAW yang selalu merasa ketakutan bila digolongkan sebagai munafik. Tidak ada seorang pun di antara mereka yang menyombongkan keimanan dan kesalehannya ataupun membual.''

Dengan demikian, orang yang betul-betul beriman akan selalu takut menjadi seorang munafik karena berbuat sesuatu yang bertentangan dengan apa yang dikatakan atau diyakininya. Namun bagi para elit negeri ini dengan lantang mereka meneriakkan kata-kata: "Aku bangga jadi orang Munafik" . Wallahu a'lam.