Dalam sebuah hadist Rasulullah bersabda: "Sekecil-kecilnya kavling di surga adalah sebesar dunia ini ditambah sepuluh kali lipatnya" (HR Muslim), artinya penghuni surga yang paling miskin adalah yang kavlingnya sebelas kali lipat dunia ini. Subhanallah. Allahu Akbar. Kalau kavlingnya sebesar itu, bagaimana dengan fasilitasnya? Jawaban pertanyaan tersebut terjawab oleh hadist yang diriwayatkan Iman Achmad bin Hanbal sbb.: "Fasilitas terendah yang diberikan kepada penghuni surga adalah seorang yang diberi pembantu sebanyak 80.000 orang" dalam hadist yang lain yang juga diriwayatkan imam Achmad bin Hanbal, Rasulullah juga bersabda: "Belum cukup dengan itu fasilitas terkecil bagi penghuni surga adalah seseorang yang dijodohkan oleh Allah swt dengan 72 bidadari selain isterinya didunia".
Imam Bukhari meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda: "Apabila wanita penghuni surga itu meludahi dunia, maka dunia ini akan harum seluruhnya"
Namun demikian meskipun Rasulullah telah menjelaskan dengan terang benderang perihal kondisi surga dan sebagian kecil fasilitasnya, sebagian besar muslim khususnya muslim Indonesia lebih senang mengejar surga dunia. Meskipun untuk meraihnya mereka harus menipu, korupsi, mencuri, memeras, mendzolimi orang lemah dan makan/minum yang diharamkan oleh agama. Segala perintah Allah swt dan Rasulnya dilanggar seolah-olah Tuhan tidak tahu apa yang diperbuatnya. Lantas dimana posisi kita?